Ilustrasi. (foto : detikcom)
SUMUT METRO | JAKARTA
Selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM), 24 guru dan siswa SD Negeri Sukadamai 2 Kota Bogor positif terjangkit Covid-19 per Sabtu (19/11/2021).
Walikota Bogor, Bima Arya mengungkapkan seluruh guru dan siswa yang positif, saat ini menjalani isolasi mandiri dan dalam pemantauan Pemerintah Kota Bogor serta Satgas Covid-19 Kota Bogor.
Selanjutnya, turut dilakukan penelusuran kontak erat pada masing-masing guru dan siswa yang terjangkit.
Namun, Walikota mengklaim seluruhnya berstatus tanpa gejala.
“Kita observasi selama 10 hari ke depan. Kontak erat juga kita telusuri, dan saya minta Dinas Pendidikan Kota Bogor juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, memantau kalau ada yang bergejala,” ungkap Bima Arya seperti dikutip dari detik.com, Minggu (20/11/2021).
Bersamaan dengan observasi dan penelusuran kontak erat, pemerintah setempat menghentikan sementara penyelenggaraan PTM di SD tersebut, guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
Rencananya, Pemkot Bogor akan kembali mengadakan screening massal terhadap semua guru dan siswa yang mengikuti PTM.
Sebab, 24 guru dan siswa yang terjangkit ditemukan usai melalui proses screening pada Kamis (17/11/2021) kemarin.
Secara total, ada 21 guru dan 29 siswa yang di-screening. Hasilnya, 10 guru dan 14 siswa positif.
“Minggu depan akan dilakukan screening, agak banyak ya (jumlahnya). Jadi kita siap-siap semua,” katanya.
Selain akan melakukan screening lagi, Bima juga menyiagakan tempat isolasi.
“Tapi bagaimanapun, kami tetap siaga dan waspada. RS lapangan siap diaktivasi, kemudian tempat isolasi di Gadog, Ciawi, siap untuk dioperasikan dan semua sudah siaga,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengklaim jumlah guru dan siswa PTM yang positif covid-19 masih terbilang rendah karena pemerintah setempat sudah menggencarkan program vaksinasi, sehingga kekebalan komunitas (herd immunity) sudah mulai terbentuk.
Hal ini, sambungnya, juga tercermin dari 10 guru yang terjangkit sejatinya sudah menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua.
“Saya kira ini terbukti herd imunity sudah terbentuk. Jadi karena ini berbeda, semoga bukan indikasi gelombang ketiga, mudah-mudahan ini indikasi herd imunity. Jadi virusnya semakin melemah, positif tetapi tidak ada gejala,” pungkasnya. (SM-CNN Indonesia)
